Kejadian Aneh Wanita Italia Berkeringat Darah, Ada Apa?

Kejadian Aneh Wanita Italia Berkeringat Darah, Ada Apa?

Kejadian Misteri Wanita Italia Berkeringat Darah, Ada Apa?, Ada yang aneh dengan wanita muda ini. Dia alami abnormalitas misteri yang mengakibatkan dianya berkeringat darah dari muka serta tangan.

Wanita Italia Berkeringat Darah, Keadaannya juga membuat beberapa pakar bingung.”Dokter awalannya bingung saat menyaksikan pasien asal Italia berumur 21 tahun yang dengan spontan berdarah walau tidak alami lesi atau cedera,”.

Menurut studi di University of Florence yang diedarkan di Canadian Medical Association Journal, pasien itu sudah alami adegan perdarahan acak sepanjang 3 tahun.

“Saya bisa menjelaskan secara jelas, saya tidak pernah menyaksikan masalah semacam ini,” tutur Dr Michelle Sholzberg sebagai co-direktur program Perawatan Mendalam Hemofilia di Rumah Sakit St Michael.

“Saya sempat menyaksikan gangguan-gangguan pendarahan terjelek, tetapi tidak pernah seperti yang ini: berkeringat darah.”

Berdasar studi itu, selama ini belumlah ada penyebab yang pasti yang mengakibatkan berlangsungnya pendarahan di wanita itu.

Pasien alami adegan berdarah waktu olahraga, begitupun waktu ia sedang tidur. Tetapi ia disampaikan alami pendarahan yang makin kronis waktu depresi.

Beberapa pakar menjelaskan jika darah akan keluar dari pori-pori pasien dalam waktu 1 sampai 5 menit.

Selanjutnya, dokter mendiagnosisnya dengan iritohidrosis, abnormalitas di mana seorang pasien keluarkan darah atau keringat lewat kulit atau pori yang tidak terluka.

“Saya berpikir orang ini alami abnormalitas anatomis yang paling aneh di tingkat mikroskopis, yang menyebabkan tanda-tanda benar-benar tidak biasa itu,” papar Sholzerbg.

Menurut riset itu, wanita itu berasa malu sebab alami abnormalitas itu hingga membuat jadi individu yang tertutup.

“Pasien kami sudah terisolasi dengan sosial sebab menganggap malu karena pendarahan, serta ia memberikan laporan tanda-tanda yang stabil dengan masalah stres serta cemas,” tutur studi itu.

Sampai sekarang, profesional klinis tidak dapat menyembuhkannya. Walau begitu, mereka memberikan resep obat dengan nama beta blocker yang disebutkan proletarian atau proletar.

Penyembuhan itu akan menolong memudahkan tanda-tanda yang dirasakannya.

Balita Menangis Darah

Pendarahan tidak biasa yang membuat bingung dokter sempat juga berlangsung di India. Saat itu seorang bocah keluarkan air mata darah waktu menangis. Situasi balita itu membuat dokter di India bingung bukan kepalang.

Ahana Afzal, nama bocah berumur 3 tahun itu, alami situasi itu semenjak 2 tahun kemarin. Saat itu, dokter menvonisnya alami demam tinggi karena pneumonia serta alami pendarahan dari hidung.

Saat ini, tidak cuman menangis darah, Afzal keluarkan cairan merah dari mulut, telinga, serta matanya hampir tiap hari. Walau sebenarnya, dia benar-benar tidak terluka atau tergesek.

Sesudah darah stop mengalir, dia akan alami kecapekan sebab migrain yang menyerbu sesudahnya.

Orangtuanya yang patah semangat, Nazima Begum (28) serta Mohammed Afzal (33), sudah habiskan lebih dari 1.000 pound sterling atau sejumlah Rp 17 juta untuk periksakan buah hatinya.

Tetapi, sampai sekarang mereka tidak mendapatkan analisis tentu berkaitan situasi si anak. Petugas klinis menyangka bocah itu alami iritodrosis ultra yang sangat jarang, di mana penderitanya keluarkan darah seperti berkeringat.

Dr Sirisha Rani, seorang dokter anak di rumah sakit Rainbow Children Medicare, tempat Afzal dirawat awalnya menyangka anak itu alami iritodrosis.

“Anakku menanyakan, kenapa ia terus keluarkan darah dari telinga. Saya tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Saya tidak pahami keadaannya,” kata si ibu, Begum dari Hyderabad, dari negara sisi Telaba, India selatan.

“Yang saya ketahui, setiap saat ia berdarah, kandungan hemoglobinnya turun mencolok serta kami harus lakukan transfusi darah ke badannya,” tambah Begum.

Pendapatan orang-tua Ahana Afzal cuman 70 pound sterling atau sejumlah Rp 1,1 juta satu bulan. Selama ini, mereka sudah habiskan 1.700 pound sterling sekitar Rp 29 juta untuk test kesehatan si anak, dengan keinginan memperoleh analisis pas hingga dapat menyembuhkannya dengan habis.

Ayah Afzal, Mohammed, adalah seorang pelatih kesehatan. Dia menjelaskan jika permasalahan putrinya diawali waktu ia alami pendarahan hidung-ketika pneumonia menyerbunya di umur satu tahun.

“Dokter menjelaskan ke kami jika tidak ada yang penting dicemaskan sebab pendarahan kemungkinan berlangsung sebab demam tinggi. Tetapi saat frekwensi perdarahan bertambah, kami putuskan untuk membawanya ke sarana klinis yang lebih bagus.”

“Dunia kami seakan roboh waktu mengenali jika si buah kesayangan peluang menanggung derita penyakit sangat jarang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *