Tak Mampu Beli Buku, Siswa ini Menulis menggunakan Daun Pisang

Fruitstands.com – Filipina seorang anak menggunakan Daun pisang untuk menulis, rata rata difungsikan untuk membuntel makanan. Sekalipun bagi anak ini daun pisang adalah buku tulis yang ia pakai untuk belajar di sekolah.

 nulis pakai daun pisang,  Daun Pisang,  siswa nulis pakai daun pisang,
siswa nulis pakai daun pisang,

Pemberitahuan menyentuh datang dari perjuangan satu orang anak untuk tetap belajar dan studi meski dalam Borok. Kisahnya dibagikan oleh seseorang guru bernama Arcilyn Balbin Azarcon di Fb (03/03).

Rajin Merawat dan Menyiram Tanaman Selama dua Tahun oh Ternyata Tanaman Sintetis

Dalam unggahan sang guru nampak seseorang anak tengah betul-betul mencatat semua pelajaran dari papan tulis menetapkan daun pisang. Anak itu bernama Erlande Monter yang sekolah di Lianga National Comprehensive School, Filipina.
Erlande berhasil memasang Arcilyn terkejut era ia menguntukkan daun pisang tertulis untuk menulis.

“Saya bilang akan semua siswa untuk menggelar buku tulis dan mencatat semua pelajaran yang ada di papan tulis. Saat itu saya berkeliling di dalam kelas untuk menjelajahi sebagian Mahasiswa, setelah itu saya terserang seseorang anak didik menulis menguntukkan daun pisang,” tulis Arcilyn dalam unggahan Facebooknya.

Sudah ditelusuri lebih lanjut, Erlande membawa daun pisang ke sekolah karena keluarganya tak mampu membeli buku tulis. Namun semua itu tidak membuahkan Erlande patah keperkasaan untuk menuntut ilmu.
Menurut Arcilyn waktu Erlande menyimpan daun pisang itu di rekahan buku tulis milik temannya, ia tetap antusiasme dan tidak merasa malu. Bahkan Erlande lagi sibuk periksa tulisannya sebelum ia kumpulkan.

Tak sempat sekali pun kekurangannya ini membuatnya malu dan memungkasi cita-citanya menjadi seseorang tentara. Bahkan Erlande pula sering menggambar di atas daun pisang tertera serupa seperti anak-anak lainnya.

Tentu saja unggahan Arcilyn tentang Erlande ini sahih viral dan menuai banyak pujian dari netizen. Banyak netizen yang menyatukan uang untuk melindungi Erlande membeli buku tulis.

Mudah-mudahan Tuhan memberkatimu. Terus lah belajar dengan Alot, anda dapat sukses suatu hari nanti,” puji satu orang netizen.
“Saya ingin membelanjai anak ini. Tolong berikan saya informasi keluarganya atau rekening agar saya bisa menyumbang uang untuknya,” pungkas netizen lainnya.

Berkah derma dari banyak orang, Erlande bisa membeli buku tulis dan perayaan sekolah yang lain maka ia tak perlu memakai daun pisang lagi.

Tak melainkan Erlande yang terus menuntut ilmu meski dalam kekurangannya. Di Tangerang pun ada Putra, tokoh anak didik sekolah dasar berumur 12 tahun yang setiap harinya senantiasa berjualan cilok agar tetap bisa sekolah.