Hoax Gigitan Nyamuk Dapat Tularkan Covid-19 ke Manusia

Hoax Gigitan Nyamuk Dapat Tularkan Covid-19 ke Manusia Trending di sosial media berkaitan gigitan nyamuk dapat menyebarkan Covid-19 ke manusia. Diantaranya account Twitter @kangkorden mencuit peluang nyamuk menyebarkan Covid-19 dengan cara nyamuk hinggap badan manusia.

Berikut ceritanya:

Sang nyamuk kalau di tepuk sama tangan mati serta keluar darahnya.
Darah sang nyamuk kan dari darah sejuta umat yang di hirup.
Lalu darahnya ada di tangan kita/badan kita waktu di tepuk nah Itu darah sejuta umat yang di hirup sehat/engganya gak tahu jg. Apa dapat sang covid itu dari tragedi tepuk nyamuk

Pemikiran tanda tanya sich ini kemungkinan juga gak benar About covid serta nyamuk
Gimana dengan nyamuk apa ia aman tidak menebarluaskan covid kecuali dropplet,
Dengan cara nyamuk hinggap di beragam macam badan manusia.
Entahlah sehat entahlah tidak sang manusia tersebut.
Ya seperti posting saya sblmnya @blogdokter

Cek Bukti merdeka.com mencari klaim gigitan nyamuk dapat menyebarkan Covid-19 ke manusia. Hoax Gigitan Nyamuk Dapat Tularkan Covid-19 ke Manusia tetapi hasil pencarian, nyamuk tidak dapat menyebarkan Covid-19 ke manusia. Seperti dikutip dari merdeka.com berjudul “Nyamuk Tidak Dapat Tularkan Covid-19 ke Manusia Sesudah Gigit Orang Terkena” dimuat pada 19 Juli 2020.

Satu riset baru mendapatkan, nyamuk tidak bisa menyebarkan virus SARS-CoV-2, yang mengakibatkan penyakit membahayakan Covid-19 pada manusia.

Riset yang diedarkan dalam jurnal Scientific Reports mendapatkan, virus tidak bisa mereplikasi dalam tiga tipe nyamuk yang biasa serta karena itu tidak bisa disebarkan ke manusia serta meskipun nyamuk itu sudah menggigit manusia yang terkena.

“Kami sudah memperlihatkan jika serta pada keadaan berlebihan, virus SARS-CoV-2 tidak bisa direplikasi pada nyamuk ini serta oleh karenanya tidak bisa disebarkan pada beberapa orang serta dalam insiden yang tidak diduga nyamuk mengonsumsi inang viremic,” demikian hasil riset itu, dikutip Alarabiya, Minggu (19/7).

Hasil ini memberikan dukungan pengakuan WHO yang mengatakan nyamuk tidak dapat menyebarkan penyakit itu ke manusia.

“Sesaat WHO dengan cara definitif mengatakan jika nyamuk tidak bisa menyebarkan virus, riset kami ialah yang pertama memberi data konklusif yang memberikan dukungan teori ini,” jelas Stephen Higgs, salah satunya periset dari Kansas State University di Amerika Serikat.

Disamping itu, diambil dari AP, Rabu (26/8), Pusat Pengaturan serta Penjagaan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sampaikan, tidak ada data yang memperlihatkan virus corona ditebarkan baik oleh nyamuk atau kutu.

Covid-19 intinya menyebar dari orang pada orang lewat cairan yang terpercik waktu mereka bicara, batuk, atau bersin. WHO menjelaskan, gigitan nyamuk tidak membuat kita terjangkiti virus corona.

Tetapi selanjutnya ada pertanyaan kelanjutan, bila nyamuk dapat menyebarkan penyakit lain, mengapa tidak dengan virus corona yang bisa mengakibatkan Covid-19?

Riset paling baru memberi keterangan. Beberapa periset menjelaskan, virus harus mengontaminasi nyamuk serta berubah biak didalamnya sebelum nyamuk menyebarkannya ke manusia. Itu tidak berhasil berlangsung saat beberapa periset menyuntikkan virus corona ke tiga spesies nyamuk.

WHO lewat situs resminya menjelakan Covid-19 tidak bisa menebar lewat gigitan nyamuk. Sampai sekarang ini belum ada info atau bukti yang memperlihatkan jika virus corona baru bisa disebarkan lewat nyamuk.

Covid-19 ialah virus pernafasan yang menebar khususnya lewat tetesan yang dibuat saat orang yang terkena batuk atau bersin, atau lewat tetesan air liur atau cairan dari hidung.

Membuat perlindungan diri kita, sering-seringlah bersihkan tangan Anda dengan antiseptik berbasiskan alkohol atau bersihkan dengan sabun serta air. Disamping itu, jauhi contact dekat sama siapa juga yang batuk serta bersin.